Featured Post
- Get link
- X
- Other Apps
Manfaatkan Kemampuan Otomasi Otak
Manusia merupakan makhluk yang sempurna bila dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah SWT yang lain. Hal ini disebabkan karena manusia dikaruniai otak yang dapat digunakan untuk berfikir. Otak memiliki berbagai macam keunggulan. Salah satu keunggulannya adalah otak mampu melakukan otomasi terhadap hal-hal yang biasa dilakukan. Otomasi maksudnya kemampuan melakukan keterampilan tertentu secara otomatis.
Contoh otomasi adalah ketika orang pertama kali belajar naik sepeda motor, dia pasti akan berfikir bagaimana caranya berbelok ke kanan, berbelok ke kiri, menginjak gas, dan mengerem. Akan tetapi seiring berjalannya waktu karena orang tersebut selalu berlatih dan sering menggunakan sepeda motor akhirnya dia dapat menggunakannya tanpa proses berfikir. Inilah otomasi.
Kemampuan otak untuk melawan otomasi ini ternyata melalui beberapa tahap. Dalam kajian Neuro Linguistic Programming (NLP) dapat dibedakan menjadi empat tahap yang berurutan berdasarkan proses berfikir dan kemampuannya dalam bertindak. Model ukuran tingkat pembelajaran seseorang sesuai NLP yaitu unconsious incompeten (tidak tahu dan tidak bisa melakukan); Concious incompetent (tahu dan tidak bisa melakukan); consious competent (tahu dan mampu melakukan); dan unconcious competent (tidak berpikir/ tidak tahu dan bisa melakukan atau bisa disebut mahir). Tahap-tahap tersebut harus dilalui untuk sampai pada kemahiran dalam melakukan sesuatu.
Untuk lebih jelasnya, tahapan di atas dijabarkan dengan mengkaitkan pada contoh belajar naik sepeda.
1. Unconsious incompeten
Pada tahap ini seseorang tidak tahu bagaimana caranya naik sepeda. Dia juga tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya.
2. Consicous incompeten
Tahapan ini menjelaskan bahwa ia tahu caranya naik sepeda. Namun tahu saja tidak cukup untuk membuatnya bisa mengendarai sepeda. Ia tidak mampu melakukannya.
3. Consious compentent
Concious competent adalah tahap dimana seseorang melakukan suatu keterampilan sambil berpikir. Orang tersebut sudah tahu dan sudah bisa mengendarai sepeda walaupun masih harus berpikir bagaimana cara mengendarainya.
4. Unconcious competent
Tahap yang terakhir ini merupakan tahap dimana seseorang sudah dinyatakan mahir. Artinya ia dapat mengendarai sepeda motor tanpa proses berpikir. Seolah cukup berkehendak dan sepeda motor tersebut dapat dikontrolnya dengan baik.
Tahapan-tahapan ini menunjukkan kepada kita bahwa setiap orang dapat melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain. Dijelaskan dengan singkat bahwa keterampilan dapat dikuasai oleh siapa saja. Hanya saja tingkat keterampilan setiap orang berbeda-beda tergantung sampai tahap mana ia menguasai keterampilan tersebut.
Setelah mengetahui teori tahapan penguasaan keterampilan ini kita tidak perlu khawatir apabila dituntut untuk menguasai keterampilan baru. Kita cukup berlatih dengan cara melakukan keterampilan tersebut secara berulang-ulang sampai akhirnya otak dapat melakukan otomasi. Mari kita manfaatkan keunggulan otak kita! Kita bisa karena biasa!
Borobudur, 27 April 2018
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment