Featured Post
- Get link
- X
- Other Apps
Refleksi Ramadhan: Menemukan Pola Hidup Yang Baru
Seperti biasa. Di setiap tahunnya, saya selalu menuliskan refleksi di akhir Ramadhan. Rasanya selalu sama. Ada perasaan puas, tapi disisi lain juga ada perasaan tidak puas. Tantangan itu pun ada disini, yaitu menemukan celah kesyukuran atas setiap peristiwa.
Ramadhan kali ini saya cukup puas. Saya benar-benar terlibat aktif dalam kegiatan tarawih dan silaturahmi. Setidaknya ada tiga kali dalam seminggu dimana saya terlibat dalam kegiatan tarawih keliling.
Tarawih keliling ini saya ikuti baik di sekitar wilayah Borobudur maupun antar kecamatan Borobudur. Saya ikut tarawih keliling mulai dari lokasi yang āsulitā hingga di lokasi yang benar-benar mudah diakses. Uniknya, ada satu tarawih keliling yang perlu ādi-deal-kanā agar tuan rumah mau menerima ātamuā.
Saya juga puas dengan Ramadhan kali ini karena tidak satu pun puasanya ābolongā. Benar-benar genap 30 hari berpuasa. Alhamdulillah, tidak sakit atau melakukan aktivitas lain yang menyebabkan puasa ini batal. Walau saya melihat semua ini dari kacamata sepihak. Saya tidak tahu bagaimana Tuhan melihat puasa saya.
Puasa kali ini juga dihiasi dengan keterlibatan saya pada aktivitas kepemudaan. Rekan-rekan sempat menyelenggarakan kegiatan nonton bareng timnas Indonesia vs Australia. Meskipun harus menelan pil pahit. Timnas kalah 5-1. Aktivitas kepemudaan lainnya diantaranya menyelenggarakan pasar murah pakaian pantas pakai. Alhamdulillah, meskipun tidak se-spektakuler tahun kemarin, ada sedikit āsanguā untuk rekan-rekan.
Yang Perlu Ditingkatkan
Ada hal yang memang perlu ditingkatkan. Misalnya konsistensi dalam membaca Al-Quran, keterlibatan dalam kultum, serta ketepatan waktu untuk sholat. Selain itu, olahraga juga perlu diatur kembali.
Olahraga sebenarnya bisa dilaksanakan di pagi hari. Akan tetapi, ada kekhawatiran kalau olahraga di pagi hari mengakibatkan tubuh ini lemas di siang hingga sore harinya. Idealnya memang sore hari. Tapi sore hari sering kali masih bekerja dan ada agenda buber.
Yang Paling Perlu Dipertahankan
Ada satu yang penting untuk dipertahankan dari aktivitas selama Ramadhan tahun ini. Aktivitas itu berupa menjaga pola makan. Saya kini cukup terbiasa dengan intermittent fasting. Puasa secara otomatis membuat pola makan saya lebih teratur.
Bahkan saya terbantu dengan adanya aplikasi āfatsecretā. Ini aplikasi yang benar-benar membantu karena dapat melacak apa saja yang dimakan dan seberapa banyak kalori yang diserap tubuh. Puncaknya, berat badan saya turun 3 kg. Lumayan, kini di angka 95 kg.
Maka, pasca lebaran ini memang perlu mempertahankan kebiasaan berpuasa. Dan yang paling penting menjaga pola makan. Tidak sembarangan makan. Inilah hikmah dibalik ibadah. Ada manfaat bagi tubuh ini.
Oh iya, di Ramadhan kali ini, saya juga mendapatkan kesempatan untuk studi lanjut S-3! Dapat kesempatan untuk mengetahui dunia sarung. Saya pun jatuh cinta dengan membeli sarung khas bermotif batik. Semoga hari kedepan semakin baik.
Rahma Huda Putranto
Borobudur, 30 Maret 2025
- Get link
- X
- Other Apps
Baca Juga
- 04.03.2018 - 0 CommentsProses pengecatan tenda Inilah kali pertama saya menyaksikan pesta siaga tingkat Kabupaten.ā¦
- 17.10.2018 - 0 CommentsPak Caraka dari UAD dan Bapak dari Kementerian (dari kiri ke kanan) Wawasanku kurangā¦
- 16.06.2019 - 0 CommentsMasjid favorit untuk shalat Jumat di sekitar Salam adalah Masjid Assalam. Masjid yang terletak diā¦
- 30.03.2020 - 0 CommentsYoutube memang membuka mata. Melalui Youtube, saya jadi tahu kalau ada juga orang Indonesia yangā¦
Comments
Post a Comment